Fir Tree

Just About Fir Tree

Indikator Memburuknya Perubahan Iklim, Satu Jenis Cemara Terancam Punah

Dampak perubahan iklim tidak hanya berpengaruh pada ekosistem laut yang merasakan secara langsung. Perubahan iklim juga diyakini telah mempengaruhi ekosistem daratan pada umumnya dan hutan khususnya, meski masih ada sebagian yang menyangkalnya demi kepentingan sendiri.

Hal ini terungkap pada sebuah hasil penelitian, seperti yang dikutip MSNBC, yang dilakukan oleh Paul Schaberg bersama koleganya dari U.S Forest Service, sebuah badan di bawah naungan departemen pertanian Amerika Serikat yang berfungsi mengatur pemanfaatan lahan hutan dan dataran untuk keperluan publik.

Hasil penelitian badan tersebut mendapati bahwa salah satu jenis cemara kuning yang hanya tumbuh di wilayah-wilayah tertentu di belahan bumi ini telah mengalami penurunan dalam jumlah yang besar.

Penelitian tersebut mengambil data di beberapa wilayah, antara lain Alaska bagian tenggara dan British Columbia. Diperkirakan sekitar kurang lebih habitat seluas 202.500 hektar cemara kuning di Alaska tersebut menghilang, sedangkan tidak kurang dari 49.815 hektar tanaman tersebut telah hilang.

Menurut Paul Schaberg, menghilangnya pepohonan tersebut telah dimulai sejak lima puluh tahun terakhir, yang ditandai juga dengan berkurangnya intensitas salju yang turun. Bagi pohon tersebut, salju merupakan sumber air sekaligus melindungi permukaan tanah dari kekeringan. Cemara kuning adalah jenis cemara yang memiliki akar yang merambat di bawah permukaan tanah.

Masih menurut ilmuwan tersebut, cemara kuning adalah termasuk jenis pohon yang luar biasa. Umurnya bisa mencapai 1.000 tahun, tahan terhadap hama, pembusukan dan melindungi dirinya dari terluka. Jadi jika terjadi hilangnya pepohonan dari habitatnya, maka penyebabnya pastilah berada di luar kemampuan pohon itu sendiri untuk mengatasinya.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, intensitas salju diperkirakan telah mulai menurun sejak 50 tahun lalu. Menurut hasil penelitian ini, turunnya intensitas salju tersebut tidak lain merupakan salah satu dampak yang diakibatkan perubahan iklim.

Kondisi ini jelas memprihatinkan. Pasalnya, seperti diketahui, hutan dengan pepohonan di dalamnya merupakan salah satu “pasukan” yang bertugas mengendalikan karbon dioksida. Tetapi dengan terjadinya menurunnya intensitas salju yang berimbas pada ketidaksanggupan cemara kuning untuk hidup, maka jumlah “pasukan” tersebut akan berkurang. Akibatnya sudah pasti, semakin sedikit karbon dioksida yang bisa dikendalikan.

Apa yang terjadi pada cemara kuning yang hidup di daerah subtropis tertentu, bisa jadi hanya sebagian gambar kecil dari sebagian besar ketidakmampuan flora dalam mengantisipasi perubahan iklim yang sedang berlangsung, meski sempat dilaporkan bahwa beberapa jenis pohon di hutan tropis justru tumbuh lebih besar dari sebelum-sebelumnya dengan kemampuan menangkap karbon lebih banyak.

2 Comments

  1. sayang skali, pdhal pohon cemara sgt luar biasa

  2. Sangat bermanfaat ..
    Makasih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: